Rabu, 18 Maret 2020

Ulama menyikapi tentang penyakit Corona Doa beserta Sholawat agar terhindar dari penyakit COVID-19


                        Sholat Jum'at


Ulama mauritania menyikapi tentang virus Corona atau COVID19

كتب الشيخ: أحمد الكوري:
الموريتانى
Oleh: Syeikh Ahmad al-Kury dari Mouritania
(dengan terjemahan bebas)

هل يجوز للمسلمين الأصحاء ترك الجمعة والجماعة خوفا من المرض (كورونا) ؟!

_Bolehkan kaum muslimin meninggalkan sholat Jum'at karena antisipasi virus Corona?_
أولا.
في الخوف من العدو المحقق عند القتال في سبيل الله لم تسقط الجماعة فكيف تسقط بسبب الخوف المتوهم من المرض ؟!
《وإذا كنت فيهم فأقمت لهم الصلاة فلتقم طائفة منهم معك...》الآية.

1. Kewajiban sholat berjamaah dan sholat jumat tidak gugur dalam kondisi perang militer yg sangat mencekam.
Bagaimana mungkin kewajiban itu bisa gugur hanya karena khehawatiran yg blm pasti.

ثانيا .
هذه الأوبئة والأمراض سببها الحقيقي هو الذنوب والمعاصي. قال تعالى: 《وما أصابكم من مصيبة فبما كسبت أيديكم》.
وقال:《ظهر الفساد في البر والبحر بما كسبت أيدي الناس ليذيقهم بعض الذي عملوا لعلهم يرجعون》.
ألم يبين تعالى أن العلاج إنما هو في الرجوع إلى الله بالتوبة والاستغفار والصلاة والتلاوة والدعاء ... وليس في ترك بعض ما أوجب علينا من جمعة وجماعة ؟!!

2. Virus ini datang karena kemaksiatan hambanya.
Maka solusinya adalah taubat, sholat, istighfar....bukan sebaliknya malah meninggalkan sholat jumat dan sholat berjamaah.

ثالثا.
قول الله تعالى: 《ما أصاب من مصيبة في الأرض ولا في أنفسكم إلا في كتاب من قبل أن نبرأها》. وقال: 《قل لن يصيبنا إلا ما كتب الله لنا》.
وقال:《قل لو كنتم في بيوتكم لبرز الذي كتب عليهم القتل إلى مضاجعهم》.
وقال صلى الله عليه وسلم((واعلم أن الأمة لواجمعت على أن ينفعوك لم ينفعوك إلا بشيء قد كتبه الله لك ولو اجتمعوا على أن يضروك لم يضروك إلا بشيء قد كتبه الله عليك))  رواه أحمد والترمذي وقال حسن صحيح .
فإيماننا بالقضاء والقدر وتوكلنا على الله جل وعلا  ألا يمنعنا من ترك ما أوجب علينا من صلاة الجمعة والجماعة خوفا من المرض وغيره ؟!!!

3. Kita beriman kepada Qodho dan Qodar.
Oleh karena itu, keimanan itu tidak bisa dijadikan alasan untuk meninggalkan perintah dan kewajiban sholat jumat dan sholat berjamaah.
رابعا.
ألم يتحدث صلى الله عليه وسلم عن كيفية التعامل مع الطاعون وأنه لا يجوز دخول الأرض التي فيها الطاعون ولا الخروج من الأرض التي فيها .. فهل ذكر  فيه ترك صلاة الجماعة؟!!

4. Rasulullah saw tidak pernah mengajarkan ummatnya untuk meninggalkan sholat Jum'at dan sholat jamaah akibat wabah virus yg melanda sebuah negeri.

خامسا.
وقع الطاعون في عهد عمر بن الخطاب رضي الله عنه وتشاور في أمره مع المهاجرين ثم الأنصار ثم مسلمة الفتح ..
 فهل عطلوا بسببه جمعة أو جماعة ؟!!

5. Umar bin Khattab tidak pernah mengambil kebijakan untuk meniadakan sholat Jum'at dan sholat jamaah saat wabah virus melanda damaskus di masa kekhalifahannya.

سادسا.
يقول الله سبحانه وتعالى (واستعينوا بالصبر والصلاة) فهل الإستعانة هنا بإقامة الصلاة في المسجد كما كان النبي صلى الله عليه وسلم يؤديها أم بترك الجمع والجماعات ؟!!

6. Dalam menghadapi sebuah musibah, Allah SWT memberi petunjuk untuk bersabar dan perbanyak sholat...., bukan sebaliknya... meninggalkan sholat jamaah.

سابعا.
يقول صلى الله عليه وسلم 《من صلى الصبح في جماعة فهو في ذمة الله ..》 ألا يكفينا أننا في ذمة الله  ؟! 《أليس الله بكاف عبده》؟!!

7. Orang yg sholat Subuh berjamaah akan mendapat perlindungan Allah SWT....(hadist)
Apakah kita tidak lagi percaya dengan jaminan Rasulullah Saw??

ثامنا.
إذا كان صلى الله عليه وسلم لم يأذن للأعمى في التخلف عن الجماعة مع قوله بأنه لا قائد له وأن  المدينة كثيرة الهوام والسباع ... كيف يؤذن للصحيح في التخلف عنها لمجرد خوف المرض ؟!!

8. Rasulullah Saw tidak mengizinkan bagi orang buta untuk meninggalkan sholat berjamaah...padahal resiko bahaya sangat tinggi.


Bagaimana mungkin sholat berjamaah bisa ditinggalkan dengan resiko yg masih belum pasti.

تاسعا.
لقد كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا حزبه أمر بادر إلى الصلاة .. فهل إذا حزبنا فيروس الكورونا نترك صلاة الجمعة والجماعة ؟!!

9. Teladan Nabi Saw dalam menghadapi musibah adalah justru dengan memperbanyak melaksanakan sholat..

عاشرا.
لقد كان في كل مدينة إسلامية جامع واحد يصلي فيه الجميع .. وقد كان يصيب المسلمين الوباء والطاعون من حين لآخر ..
فهل أفتى أحد من علماء المسلمين عبر التاريخ بغلق المساجد بسبب وباء أو طاعون ؟!
( بويا.أ.إ )

10. Dahulu di kota Madinah hanya ada satu masjid yaitu masjid Nabawi.  Wabah penyakit pun sering muncul. Namun tidak pernah muncul fatwa untuk meninggalkan sholat jumat dan sholat berjamaah...👳🏻‍♂👳🏻‍♂

                     Wallahu alam



VIRUS CORONA ADALAH

 Virus yangmenyerang sistem pernapasan manusia. Virus ini masih berhubungan dengan penyebab SARS dan MERS yang sempat merebak beberapa tahun lalu.

BAHAYA VIRUS CORONA

Berdasarkan penelitian, bahaya virus Corona bisa menyebabkan kematian. Bahkan, pasien yang terinfeksi dan sembuh akan mengalami kerusakan permanen pada paru-paru dan antibodi.

 GEJALA VIRUS CORONA

Virus Corona muncul dengan beberapa gejala yang berbeda-beda pada tubuh pasiennya. Namun, secara umum, gejala virus Corona adalah flu, demam, batuk, hingga sesak napas.

PENYEMBUHAN VIRUS CORONA

Sampai saat ini belum ditemukan obat untuk mengobati virus Corona. Namun, tercatat ada beberapa orang yang telah sembuh dari virus Corona setelah menjalani isolasi serta perawatan di rumah sakit


DOA AGAR TERHINDAR DARI PENYAKIT dipanjatkan oleh nabi Muhamamd SAW dan diriwayatkan oleh Abu Daud.


Diriwayatkan dari Anas bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, berikut doa pendek supaya terhindari dari penyakit berbahaya seperti corona :

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ وَالْجُنُونِ وَالجُذَامِ، وَمِنْ سَيِّئِ الأَسْقَامِ [رواه أبو داود 1554]

"Ya Allah sungguh aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila, lepra, dan dari penyakit-penyakit yang mengerikan." [Riwayat Abu Dawud no. 1554

DOA IJAZAH DARI KH.HASYIM ASYARI BILA MENGHADAPI PAGEBLUK PENYAKIT 


لِي خَمْسَةٌ أُطْفِئ بِهاَ # حَرَّ الوَباَءِ الحاَطمَة
المُصْطَفَى وَالمُرتَضَى # وَابْناَهُماَ وَفَاطِمَة

(Li Khomsatun, uthfi-u biha
Harrol waba-il hathimah
Almusthofa, wal murtadlo
Wabnahuma wa Fathimah)

Artinya, kira-kira begini: “Aku berharap diselamatkan dari panas derita wabah yang bikin sengsara dengan wasilah derajat luhur lima pribadi mulia yang aku punya: Baginda Nabi Muhammad al-Mushthafa saw, Sayyidina Ali al-Murtadla dan kedua putra (Hasan dan Husain), serta Sayyidatina Fathimah Azzahra, binti Rasulillah saw’.

SHOLAWAT AGAR TERHINDAR DARI SEGALA PENYAKIT 

Berikut bacaan Sholawat Tibbil Qulub seperti tertera dalam surat PBNU:
اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا، وَعَافِيَةِ الْاَبْدَانِ وَشِفَائِهَا، وَنُوْرِ الْاَبْصَارِ وَضِيَائِهَا، وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّم

Allahumma sholli 'alaa Sayyidinaa Muhammadin thibbil qulubi wa dawa ihaa wa'aafiyatil abdaani wa shifaa ihaa wa nuuril abshoori wa dhiyaa ihaa wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa sallim.

Artinya:

"Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, sebagai obat hati dan penyembuhnya, penyehat badan dan kesembuhannya, sebagai penyinar penglihatan mata beserta cahayanya. Dan semoga rahmat tercurah limpahkan kepada para sahabat beserta keluarganya."






SEKIAN DARI SAYA BILA ADA KATA-KATA YG SALAH SAYA MOHON MINTA MAAF 


              SEMOGA BERMANFAAT :)

                        

      WASSALAMU'ALAIKUM Wr Wb


Minggu, 19 Januari 2020

Keistimewaan iman besar Syafi'i


*KEISTIMEWAAN IMAM SYAFI'I* 

Suatu ketika Imam Syafii berkunjung ke rumah Imam Ahmad bin Hanbal dan bermalam disana. Dan setelah makan malam, Imam Syafii pergi ke kamar untuk tidur. 

Pagi harinya putri Imam Ahmad bertanya kepada ayahnya, "Wahai ayahku, apakah dia (yang bermalam) adalah imam Syafii yang sering ayah ceritakan kepadaku?"

"Iya wahai anakku". Jawab Imam Ahmad

Sang putri berkomentar, "Aku perhatikan 3 hal darinya (Imam Syafii) :

1. Ketika kita menjamu Imam Syafii untuk makan malam, dia makan dengan banyak

2. Ketika dia masuk ke dalam kamar, aku tidak melihatnya bangun di malam hari untuk sholat malam

3. Dan ketika dia sholat subuh bersama kita, dia tidak mengambil air wudhu terlebih dahulu."

Kemudian Imam Ahmad menanyakan tiga hal tersebut kepada Imam Syafii.

Imam Syafii menjawab 3 hal tersebut dengan berkata, "Wahai Ahmad...

1.Aku makan banyak karena aku tau bahwa makananmu bersumber dari rizki yang halal, dan kamu adalah orang yang dermawan. Makanan orang dermawan adalah obat dan makanan orang pelit adalah penyakit. Dan tidaklah aku makan banyak sampai perutku kenyang, kecuali karena aku ingin berobat dengan makananmu.

2. Dan aku tidak bangun malam untuk sholat malam, karena ketika ku letakkan kepalaku untuk tidur, seakan-akan aku melihat al quran dan hadits di depan mataku. Kemudian Allah membukakan kepadaku 72 masalah tentang ilmu fiqih, dan aku ingin orang2 muslim mengambil kemanfaatan dari ilmu tersebut. Oleh karena itu aku tidak punya kesempatan untuk sholat malam

3.Adapun aku sholat subuh dengan kalian tanpa  mengambil wudhu terlebih dahulu, karena demi Allah kedua mataku tidak tidur, maka aku tidak perlu berwudhu terlebih dahulu. Sungguh sepanjang malam tadi aku terjaga & tidak tidur. Maka akupun sholat subuh dengan kalian dengan wudhu isya.

Semoga menjadi pembelajaran buat kita semua.

Semoga kita terus bisa istiqomah dalam beribadah, senantiasa mensyukuri nikmat Allah Ta'ala dan diberi kekuatan oleh Allah Ta'ala utk menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
*Robbana Taqobbal Minna*
Ya Allah terimalah dari kami (amalan kami)
Aamiin Yaa Robb

😊❤👍

Kamis, 16 Januari 2020

Lima dasar tasawuf menurut iman an nawani

🌹LIMA DASAR TASAWUF MENURUT IMAM NAWAWI رضي الله عنه🌹

Syaikhul islam Imam An-Nawawi Ad-Dimasqi رضي الله عنه dalam risalahnya menulis:

إن أصول طريق التصوف خمسة:
تقوى الله في السر والعلانية،
واتباع السنة في الأقوال والأفعال،
والإعراض عن الخلق في الإقبال والإدبار،
والرضا عن الله تعالى في القليل والكثير،
والرجوع إلى الله في السراء والضراء.

فتحقيق التقوى: بالورع والاستقامة،
وتحقيق اتباع السنة: بالتحفظ وحسن الخلق،
وتحقيق الإعراض عن الخلق: بالصبر والتوكل،
وتحقيق الرضا عن الله: بالقناعة والتفويض،
وتحقيق الرجوع إلى الله تعالى: بالشكر له في السراء والالتجاء إليه في الضراء

🔴 Dasar-dasar tasawuf itu ada 5 (Lima) :
1. Bertaqwa pada Allah تعالى, baik lahir maupun batinnya.

2. Mengikuti sunnah Nabi صلى الله عليه و سلم dalam perkataan dan perbuatan.

3. Berpaling dari mengutamakan manusia, baik di depan maupun di belakangnya.

4. Ridha terhadap pemberian Allah تعالى, baik sedikit ataupun banyak.

5. Kembali dan mengembalikan segalanya kepada Allah تعالى, lahir maupun batin.

🔴Taqwa sendiri dapat diraih dengan wara’

Doa menuntut ilmu

*DOA BAGI PENUNTUT ILMU*


*اللَّهُمَّ انْفَعْنِي بِمَا عَلَّمْتَنِي وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي وَزِدْنِي عِلْمًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ*

📖 “Ya Allah, berilah aku manfaat dengan ilmu yang engkau ajarkan kepadaku, ajarilah aku sesuatu yang bermanfaat bagiku, dan tambahkanlah ilmu kepadaku, segala puji bagi Allah atas setiap kondisi”
[HR. Ibnu Majah No.247]


*والله أعلم بالصواب*
.
.
*اَللهُم صَل عَلَى سَيدِنَا مُحَمدٍ*
.
.

Hadist hadist pendek yg mudah untuk dipahami

🌸Kumpulan bahan Hafalan Hadist-Hadist pendek...
_________________________


“Aku tinggalkan untukmu dua perkara, kamu tidak akan tersesat selama kamu berpegang teguh kepada keduanya. Yaitu Kitab Allah (Al-Qur’an) dan Sunnah Nabinya (Al-Hadits).”

(HR. Ibnul Abdil Bar)

KASIH SAYANG

مَنْ لَا يَرْحَمْ لَا يُرْحَمْ

“Barangsiapa tidak menyayangi tidak akan disayangi.”

(HR. Muslim)

KEBERSIHAN

اَلطَّهُوْرُ شَطْرُ الْإِيْمَانِ

“Kebersihan itu sebagian dari Iman”

(HR. Muslim)

MENYEBARKAN SALAM

اَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ

“Sebarkanlah salam diantara kamu.”

(HR. Muslim)

JANGAN SUKA MARAH

لَا تَغْضَبْ وَ لَكَ الْجَنَّة

“Janganlah kamu suka marah, maka bagimu surga.”

(HR. Thabrani)

SESAMA MUSLIM BERSAUDARA

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ

“Seorang Muslim adalah saudara bagi muslim yang lain.”

(HR. Muslim)

SENYUM ITU SHODAQOH

تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيْكَ صَدَقَةٌ

“Senyummu dihadapan saudaramu adalah shodaqoh.”

(HR. Tirmidzi)

WAJIB MENUNTUT ILMU

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

“Menuntut ilmu wajib bagi tiap muslim.”

(HR. Muslim)

MENGASIHI MAKHLUK ALLAH

اِرْحَمْ مَنْ فِى الْأَرْضِ يَرْحَمْكَ مَنْ فِى السَّمَاءِ

“Kasihilah makhluk di bumi, nanti engkau dikasihi yang di langit.”

(HR. Thabrani)

BERBUAT BAIK

كُلُّ مَعْرُوْفٍ صَدَقَةٌ

“Setiap kebaikan adalah shodaqoh (perbuatan baik).”

(HR. Muslim)

MENCARI ILMU

اُطْلُبُ الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ إِلَى اللَّحْدِ

“Tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat.”

(HR. Muslim)

KEUTAMAAN BELAJAR AL-QUR’AN

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَ عَلَّمَهُ

“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan yang mengajarkannya.”

(HR. Bukhari)

MAHIR (PINTAR) MEMBACA AL-QUR’AN

الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ

“Orang yang pintar membaca Al-Qur’an akan tinggal bersama Jibril.”

(HR. Bukhari Muslim)

SILATURAHMI

اِتَّقُوا اللهَ وَ صِلُّوْا أَرْحَامَكُمْ

“Bertaqwalah kepada Allah dan bersilaturahmilah.”

(HR. Ibnu Asshaqir)

LARANGAN MEMUTUS SILATURAHMI

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعُ الرَّحِيْمِ

“Tidak masuk surga pemutus silaturahmi.”

(HR. Muslim)

MEMULIAKAN / MENGHORMATI TAMU

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَ الْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah memuliakan tamu.”

(HR. Bukhari – Muslim)

PERINTAH MEMBACA BASMALAH SEBELUM MAKAN, MEMAKAI TANGAN KANAN KETIKA MAKAN, DAN MENGAMBIL MAKANAN YANG PALING DEKAT

سَمِّ اللهَ وَ كُلْ بِيَمِيْنِكَ وَ كُلْ مِمَّا يَلِيْكَ

“Bacalah Bismillah dan makanlah dengan tangan kananmu dan mulailah dari yang dekat.”

(HR. Muslim)

BEKERJA HARUS RAPIH

اِنَّ اللهَ يُحِبُّ إِذَا عَمَلَ أَحَدَكُمْ عَمَلًا أَنْ يُتْقِنَهُ

“Sesungguhnya Allah mencintai seorang diantara kamu yang apabila bekerja selalu rapi.”

(HR. Baihaqi)

KEINDAHAN

إِنَّ اللهَ جَمِيْلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ

“Sesungguhnya Allah itu Indah dan mencintai keindahan.”

(HR. Thabrani)

BERKATA BAIK

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَ الْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik atau diam.”

(HR. Bukhori – Muslim)

LARANGAN MENCELA

لَيْسَ الْمُؤْمِنُ بِالطَّعَانِ وَ لَا اللَّعَانِ وَ لَا الْفَاحِشِى وَ لَا الْبَذِى

“Seorang mukmin itu tidak menghina, mengumpat, berkata dan berbuat keji.”

(HR. Tirmidzi)

MENUTUP AURAT

اِنَّا نُهِيْنَا أَنْ تُرَى عَوْرَاتُنَا

“Sesungguhnya kita dilarang menampakkan aurat kita.”

(HR. Al-Haakim)

PEMINTA

إِنَّ اللهَ تَعَالَى يُبْغِضُ السَّائِلَ الْمُلْحِفَ

“Sesungguhnya Allah tidak suka orang yang meminta dengan memaksa.”

(HR. Abu Na’im)

MEMENUHI UNDANGAN

إِذَا دُعِيَ أَحَدُكُمْ اِلَى الْوَلِيْمَةَ فَلْيَأْنِهَا

“Apabila kamu diundang pada suatu acara (jamuan) hendaklah kamu penuhi (perkenankan).”

(HR. Muslim)

ADAB BERSIN

إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَلْيَضَعْ كَفَّيْهِ عَلَى وَجْهِهِ وَ لْيُخَفِّفْ صَوْتَهُ

“Apabila seorang di antara kamu bersin maka hendaklah ia meletakkan telapak tangan di mukanya dan hendaklah ia pelankan suaranya.”

(HR. Haakim)

LARANGAN BERBICARA DALAM SHOLAT

نُهِيْنَا عَنِ الْكَلَامِ فِى الصَّلِاةِ إِلَّا الْقُرْآنَ وَالذِّكْرَ

“Kita dilarang mengucapkan sesuatu dalam sholat kecuali Al-Qur’an dan dzikir.”

(HR. Ahmad)

MASJID ITU RUMAH ORANG MUKMIN

الْمَسْجِدُ بَيْتُ كُلِّ مُؤْمِنٍ

“Masjid adalah rumah tiap mukmin.”

KEUTAMAAN MEMBERI HADIYAH

تَهَادُوْا تَحَابُّوْا

“Saling memberi hadiyahlah maka kalian akan saling mencintai.”

KEUTAMAAN BERDO’A

اَلدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَة

“Do’a itu adalah ibadah.”

(HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

LARANGAN MENIUP MAKANAN DAN MINUMAN

نَهَى رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه و سلم عَنِ النَّفْخِ فِى الطَّعَامِ وَ الشَّرَابِ

“Rasulullah SAW melarang meniup makanan dan minuman.”

(HR. Ahmad)

MENGUTAMAKAN SISI KANAN

اِذَا لَبِسْتُمْ وَ إِذَا تَوَاضَأْتُمْ فَابْدَءُوْا بِيَمِيْنِكُمْ

“Jika kalian berpakaian dan berwudlu maka mulailah dengan sisi kananmu.”

(HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

MENJAGA LISAN

أَكْثَرُ خَطَايَا ابْنِ آدَمَ فِى لِسَانِهِ

“Kesalahan anak adam yang terbanyak adalah lisannya.”

(HR. Al-Haakim)

MENCINTAI SAUDARA

لَا يُؤْمِنَ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيْهِ مَا يُحِبَّ لِنَفْسِهِ

“Tidak sempurna iman seorang di antaramu sehingga ia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri.”

(HR. Bukhori – Muslim)

SHOLAT TEPAT WAKTU

صَلِّ الصَّلَاةَ لِوَقْتِهَا

“Kerjakan sholat pada waktunya.”

(HR. Nasa’i dan Ibnu Hiban)

SABAR

لَيْسَ الشَّدِيْدُ بِالصُّرْعَةِ اِنَّمَا الشَّدِيْدُ الَّذِيْ يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ

“Orang kuat bukanlah karena menang gulat, tetapi orang kuat adalah orang yang dapat menahan diri di waktu marah.”

(HR. Ahmad dan Baihaqi)

(MEMULAI) PEKERJAAN (DENGAN BASMALAH)

كُلُّ اَمْرٍ ذِيْ بَالِ لَا يُبْدَأُ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ فَهُوَ اَقْطَعُ

“Setiap pekerjaan itu dimulai dengan Bismillah. Jika tidak ingin hilang barokahnya.”

KEHARUSAN BERSYUKUR

مَنْ لَا يَشْكُرُ النَّاسَ لَمْ يَشْكُرِ اللهَ

“Barangsiapa tidak berterima kasih kepada sesama manusia maka dia tidak bersyukur kepada Allah.”

MALU ITU AKHLAK ISLAM

إِنَّ خُلُقَ الْإِسْلَامِ الْحَيَاءُ

“Sesungguhnya rasa malu sebagian dari akhlaq Islam.”

MEMBANTU SAUDARA YANG MISKIN

مَنْ يَكُنْ فِى حَاجَةِ أَخِيْهِ يَكْفِ اللهُ فِى حَاجَتِهِ

“Barangsiapa membantu memenuhi kebutuhan saudaranya maka Allah membantu kebutuhannya.”

SHAUM RAMADHAN

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ اِيْمَانًا وَ احْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan karena keimanan dan mengharapkan keridhoan Allah, akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.”

(HR. Ahmad dan Ashhabus Sunnah)

ADAB BERTETANGGA

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَ الْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُحْسِنْ اِلَى جَارِهِ

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya.”

ZAKAT

مَنْ أَدَّى زَكَاةَ مَالِهِ نَهَبَ عَنْهُ

“Barangsiapa membayar zakat hartanya maka hilanglah keburukannya.”

KEUTAMAAN SEDEKAH

مَا نَقَصَ مَالٌ مِنْ صَدَقَةٍ

“Sedekah itu tidak mengurangi harta.”

KEJUJURAN

إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى الْبَرِّ وَ اِنَّ الْبَرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ

“Sesungguhnya jujur itu menuntun pada kebaikan dan kebaikan menuntun ke surga.”

MENYAYANGI YANG LEBIH KECIL

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيْرَنَا وَ يُوَقِّرْ كَبِيْرَنَا

“Bukanlah dari golongan kami orang yang tidak menyayangi yang kecil dan tidak menghormati yang lebih besar.”

TAKBIR DAN TAHMID SAAT BEPERGIAN

كُنَّا اِذَا صَعِدْنَا كَبَّرْنَا وَ اِذَا نَزَلْنَا سَبَّحْنَا

“Apabila kamu mendaki kamu membaca takbir dan bila kamu turun kamu membaca tasbih.”

(HR. Bukhori)


✍️ Semoga Bermanfaat

Rabu, 15 Januari 2020

Manusia yang terbaik dihadapan allah swt

🌹Manusia Yang
     Terbaik Dihadapan
     Allah SWT....
________________&&&&____

💜Walaupun semua manusia tak menganggap kita yang terbaik, menjadi yang terbaik di mata Allah sudah cukup untuk bahagia yang abadi
 indiraabidin

KHOIRUKUM” (خَيْرُكُمْ) YANG PALING BAIK DARI KALIAN ADALAH YANG

Tidak ingkar melunasi hutang

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik dalam membayar hutang.”
Muttafaqun’alaih

Belajar Al-Quran dan mengajarkannya

“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar al-Quran dan mengajarkannya.”
HR. Bukhari

Dekat kebaikannya dan paling jauh keburukannya

“Sebaik-sebaik kalian adalah orang yang diharapkan kebaikannya dan keburukannya aman terjaga”
HR. Tirmidzi

Paling baik terhadap keluarganya

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.”
HR. Tirmidzi

Paling baik akhlaqnya dan menuntut ilmu

“Sebaik-baik islamnya kalian adalah yg paling baik akhlaqnya ketika memahami ilmu.”
HR. Ahmad

Memberikan makanan

“Sebaik-baik kalian adalah yang memberikan makanan.”
HR. Ahmad

Panjang umur dan baik perbuatannya

Seorang bertanya kepada Rasulullah saw: “Wahai Rasulullah, siapakah sebaik-baik manusia?” beliau menjawab: “Siapa yang paling panjang umurnya dan baik amalannya.”
HR. Tirmidzi

Paling bermanfaat bagi manusia

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.”
Shahihul Jami’

🌷🌻🌷🌻🌷🌻🌷🌻

Kiriman: Mbak Dewa Ayu Putu, mualaf Bali sahabatku sesama jemaah haji Balda 2014.

Terima kasih banyak, Mbak Ayu.

Yuk kita semua berlomba-lomba menjadi manusia terbaik di hadapan Allah swt yuk. Manusia terbaik adalah mereka yang tentu selalu memperbaiki diri, membuat hari ini lebih baik dari kemarin.

Kalau semua manusia menganggap kita manusia terbaik tapi Allah tak berpendapat demikian, apa yang dapat kita harapkan?

Dan kalau semua manusia tidak menganggap kita manusia terbaik, tapi kita bisa menjadi yang terbaik di mata Allah swt, apa yang perlu kita sedihkan?

Semoga Allah meridloi semua upaya kita memperbaiki diri hanya untukNya.

Aamiin yra....

✍️ SEMOGA BERMANFAAT...